Oleh: Bpk. & Ibu Samuel Manurung
Tiga tahun lalu, kami hampir bercerai. Tekanan ekonomi, kesibukan kerja, dan kesalahpahaman yang menumpuk membuat kami seperti dua orang asing di dalam satu rumah. Anak-anak merasakan ketegangan itu. Nathanael, anak kami, sempat jatuh ke dalam pergaulan yang salah karena kurang perhatian dari kami.
Di titik terendah itu, Pdt. Merry Br. Gultom datang mengunjungi kami. Bukan dengan ceramah panjang, tetapi dengan doa dan kehadiran yang tulus. Kami mulai mengikuti konseling keluarga di gereja, dan pelan-pelan, Tuhan memulihkan komunikasi kami.
Yang Kami Pelajari
Efesus 4:32 — "Tetapi hendaklah kamu ramah seorang terhadap yang lain, penuh kasih mesra dan saling mengampuni, sebagaimana Allah di dalam Kristus telah mengampuni kamu."
Pengampunan bukan perasaan. Pengampunan adalah keputusan. Kami memilih untuk saling mengampuni, dan Tuhan memimpin selangkah demi selangkah.
Hari ini, tiga tahun kemudian, kami berdiri bersama sebagai keluarga yang dipulihkan. Nathanael kini aktif di pelayanan pemuda. Kami tidak malu membagikan cerita ini karena yakin ada keluarga lain yang sedang dalam pergumulan serupa. Jangan menyerah. Tuhan mampu memulihkan.
💬 Komentar